Kandungan Pupuk Organik Nasa
Pupuk organik NASA telah
mendapatkan sertifikasi organik oleh Deptan dengan analisa lab Sucofindo.
Kandungan :
N 0.12%, P2O5 0.03%, K
0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89
ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05
ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo
<0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%,
Protein 0.72%
Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat
0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh :
Auksin, Giberelin, Sitokinin.
PENGENALAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA
Tujuan pengenalan Pupuk Organik Cair NASA adalah mengajak masyarakat petani
menuju suatu pertanian yang ekonomis, praktis dan ramah lingkungan.
EKONOMIS : Artinya petani sangat diuntungkan secara ekonomi. Dari segi
budidaya dapat dihemat, hasil panen ditingkatkan dan kualitas panen
ditingkatkan, sehingga harga panen lebih baik, lebih berkualitas dan lebih
berguna kalau dikonsumsi oleh orang yang mengkonsumsi hasil pertanian. Ini
maksudnya ekonomis. Jadi kalau dianalisa, yang jelas petani lebih diuntungkan
daripada tidak menggunakan teknologi NASA. PRAKTIS Artinya teknologi yang
disampaikan sangat praktis dan mudah, yaitu hanya semprot dan siram. Itu
teknologi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Petani yang sederhana
sekalipun mampu melakukan, apalagi petani yang luar biasa pintar (mungkin
terdidik dari segi pertanian).
RAMAH LINGKUNGAN “: Artinya teknologi yang dipakai NASA ini betul-betul
organik dan tidak memberi efek samping negatif, dari mulai lahan yang ditanami,
tanaman yang ditanam, petani yang menanam, sampai pada orang yang mengkonsumsi
hasil pertanian tersebut. Karena 100 % organik . KENAPA HAL INI PERLU DISAMPAIKAN ?
Selama ini petani kondisinya sudah sangat terpuruk. Hasil panennya menurun,
harganya hancur, harga pupuk meningkat, dan akhirnya petani menderita. Dan
jeritan petani ini siapa yang peduli ? Dan PT. NASA (meskipun masih kecil saai
ini sudah menggurita) mempunyai idealisme, visi dan misi untuk membantu petani.
PETANI DIAJAK BERPIKIR SECARA SEDERHANA Misalnya: ada sebuah tanaman, untuk
tumbuh membutuhkan makan seperti halnya manusia tumbuh membutuhkan makanan. Kalau
manusia makan tentu ada nasi, sayuran dan sebagainya. Ahli gizi menyatakan 4
sehat 5 sempurna, yaitu terdiri dari nasi dalam jumlah banyak, sayur-mayur,
lauk pauk, buah-buahan dan susu. Jika unsur tersebut dikonsumsi, maka manusia akan sehat
dan tumbuh dengan optimal. Begitu juga dengan tanaman membutuhkan makanan.
Sampai detik ini jumlah unsur yang dibutuhkan tanaman ada 90 unsur (didunia
pertanian namanya UNSUR HARA) yang diambil dari tanah. Dari 90 unsur hara
tersebut, 13 unsur hara wajib ada. Kalau tidak ada satu saja, maka tanaman ini
akan menghadapi masalah. Tanaman akan protes. Protesnya tanaman yaitu: 1)
Daunnya menguning 2) Mudah terserang penyakit 3) Hasilnya menurun (tidak
produktif) 4). Tumbuh kerdil 5) Mati Hal ini disebabkan kekuarangan unsur hara.
Ke 13 unsur hara ini di dunia pertanian namanya 13 UNSUR HARA ESENSIAL yang
terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
Kelompok Unsur Hara Makro atau dinamakan sebagai nasinya tanaman (ada 6
unsur).
Kelompok Unsur Hara Mikro atau dinamakan lauk pauknya tanaman (ada 7
unsur). Makro artinya besar (dibutuhan dalam jumlah yang banyak) Mikro artinya
kecil (dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tetapi wajib ada). Ibarat sebuah
mobil yang bannya banyak adalah unsur hara makro (atau nasinya tanaman),
sedangkan setir yang jumlahnya hanya satu (sedikit) adalah unsur hara mikro
(atau lauk pauknya tanaman).
Nasinya tanaman ada 6 unsur :
Urea (N) kandungan Nitrogennya tinggi ¡¾ 46 %
Pospat (P) = TSP dari batuan pospat C2o5. Kandungan pospatnya ¡¾ 36 %, maka
disebut SP36 3..
Kalium (KCL)
Kalsium (dijumpai pada kapur pertanian/dolomit)
Sulfur (belerang)
Magnesium, Keenam unsur ini adalah nasinya tanaman yang dibutuhkan tanaman
(dalam jumlah banyak), maka disebut unsur hara makro.
Sedangkan lauk pauknya itu ada 7 unsur antara lain Fe, Na, Br, Mg, Zn
disebut unsur hara mikro. Unsur hara mikro ini terdapat pada pupuk organik.
Pupuk organik yang selama ini dikenal petani adalah pupuk kandang dan pupuk
kompos. Ini adalah fakta, bahwa tanaman membutuhkan lauk pauk dan nasi, dimana
kalau kita menginginkan hasil panen yang luar biasa maka kedua unsur tersebut
harus cukup.
SEJARAH; Sebelum tahun 1969 petani belum mengenal adanya pupuk Urea, Tsp,
Kcl. Petani hanya mengenal pupuk kandang dan kompos (yang notabene kaya akan
lauk pauk tetapi sedikit nasi ). Sehingga lahan pertanian di Indonesia sebelum
tahun 1969 kaya raya lauk pauk tetapi miskin nasi. Sehingga produksi rata-rata
¡¾ 5 ton perhektar padi. Pada tahun 1969 petani mulai dikenalkan Program Inmas
dan Bimas dengan Panca Usaha Tani, ada pestisida, pupuk, benih dan seterusnya. Pad
waktu dikenalkan dengan yang namanya urea, Tsp, Kcl (yang notabene adalah
nasinya tanaman) sangat susah bagi petani untuk percaya, karena telah terbiasa
menggunakan pupuk kandang dan kompos. Di samping itu belum ada yang mencoba dan
membuktikan. Tetapi begitu ada 1 – 2 orang yang mencoba dan hasilnya luar biasa
(misalnya dari 5 ton perhektar menjadi 9 ton perhektar), petani akhirnya mulai
beramai-ramai memakai pupuk tersebut.
PERUBAHAN BUDAYA PEMUPUKAN ; Ketika hasil panen meningkat dari 5 ton
menjadi 9 ton, petani tidak menyadari telah terjadi perubahan budaya pemupukan.
Petani menganggap pupuk kandang dan pupuk kompos ternyata kalah bagus dengan
pupuk pabrik (urea, tsp, kcl). Besoknya setelah panen, petani menanam lagi,
hasilnya 8 – 8,5 ton perhektar, itupun dikatakan bagus (meskipun terjadi
penurunan ¨ö kwintal). Terjadi penurunan ¨ö kwintal tidak kelihatan. Petani
tidak sadar kalau terjadi penurunan ¨ö kwintal. Kalau sejak tahun 1969-2003
sudah berapa lama ? 35 tahun !. Kalau 1 tahun petani tanam 3 kali, berarti
sudah 105 x tanam. Kalau dikalikan penurunan ¨ö kwintal, terjadi penurunan 5,1
ton. Kalau yang tadinya 9 ton perhektar turun menjadi 4 ton perhektar, bahkan
di bawah garis produksi pada tahun 1969. Celakanya lagi penggunaan pupuk pabrik
tidak diimbangi dengan pupuk organik, berarti tanah susah terurai akhirnya
tertingal di lahan. Residu-residu pupuk pabrik ini akan membuat tanah menjadi
keras dan bantat. Kalau dulu tahun 1969, kita masuk ke sawah mungkin selutut
dalamnya. Tetapi sekarang barangkali hanya setinggi mata kakai. Tanah keras ini
susah ditembus oleh akar. Perkembangan akar (airasi=pernapasan) bisa terganggu,
karena akar susah berkembang akibat tanah keras. Padahal akar itu ibaratnya
mulutnya tanaman. Mulut itu dibumpet, lubang tempat masuknya makanan Cuma
sedikit. Kira-kira bisa produktif apa tidak ? Tentu kurang produksinya.Kemudian
karena sifatnya yang kurang organik atau tidak organik, terkadang membuat mikro
organisme yang menguntungkan menjadi susah berkembang. Di lahan sawah sekarang
jarang ditemukan cacing.
KONDISI TANAH TERBALIK; Kalau dulu sebelum tahun 1999 itu hanya lauk pauk
tetapi miskin nasi, sekarang terbalik, hanya kaya nasi tetapi miskin lauk pauk.
Itu yang terjadi. Bahkan di harian Kompas edisi September tahun 2000 mengatakan
8 % lahan pertanian Indonesia mengalami pemiskinan unsur hara mikro atau
pemiskinan lauk pauk. Petani kalau menanam pupuknya apa ? Tentunya Urea Tsp,
Kcl (berarti petani hanya memberi nasi). Nasi saja tidak komplit. Seharusnya
nasinya ada 6 unsur, yaitu Urea, Tsp, Kcl, Za (diambil sulfurnya), Kapur
(diambil kalsiumnya), pupuk grenbat (diambil Magnesiumnya). Kalau anak kecil
lahir hanya diberi nasi saja, kira-kira bisa sehat apa tidak ? Tentunya tidak
sehat. Itu hanya karbohidrat untuk tenaga, tetapi zat pembangunnya tidak ada. Proteinnya hamper tidak
ada. Vitamin sebagai katalisator tubuh juga tidak ada. Mineral dan sebagainya
sedikit sekali. Ibarat seperti itu sama dengan tanaman. Pemakaian pupuk pabrik
saja tanpa diimbangi pupuk organic tidak akan pernah mencapai 10 ton perhektar
padi, bahkan akan terus menurun. Percayalah !! Kami tidak jual POC NASA
pertama-tama, tetapi mengajak petani kembali ke ramah lingkungan (jangan hanya
menggunakan pupuk pabrik saja). Pupk pabrik penting, Cuma harus dimbangi dengan
pemakaian pupuk organik. ANJURAN PEMERINTAH Pemerintah melalui dinas pertanian
ingin menyarankan kepada petani supaya mengembalikan kesuburan tanah seperti
tahun 1969. Caranya adalah petani harus memupuk lahannya 20-40 ton perhektar
setiap masa tanam. Kira-kira sanggupkah petani ? Kami sepakat sekali anjuranya
luar biasa bagus, tetapi susah dilaksanakan oleh petani. Jangankan 20-40 ton
perhektar, barangkali 5 ton saja sudah susah mendpatkan pupuk kandangnya. Kotoran sapinya mau cari
dimana ? Kotoran kambingnya mau cari dimana ? Kotoran ayamnya mau cari dimana ?
Anjuran pemerintah bagus tetapi tanpa adanya solusi.
KUALITAS PUPUK KANDANG DAN KELEMAHANNYA; Tidak ada yang mampu mengalahkan
kualitas pupuk kandang karena buatan Tuhan. Tetapi bukan berarti pupuk kandang
tidak punya kelemahan. Banyak kelemahannya, secara kualitas sebagai pupuk yang
terbaik, tetapi secara teknis kadangkala banyak kelemahannya. Coba dibayangkan
pupuk kandang dari kandang ternak mungkin harganya Rp. 100.000,- per truk,
tetapi tida mungkin kotoran (pupuk kandang) itu naik sendiri ke truk. Ini harus memakai tenaga
orang yang mengangkut (memanggul) ke truk. Ini perlu ongkos. Dari kandang sampai
ke lahan misalnya jaraknya 20-30 km perlu transport. Ini juga perlu ongkos. Dan
tidak mungkin alat transport langsung terjun ke lahan. Ternyata hars butuh
orang yang mengangkat lagi. Ini juga perlu ongkos lagi. Sehingga secara ekonomi
hal ini kurang menguntungkan. Terlalu tinggi ongkosnya buat petani. Di samping
itu keseragaman bongkahan pupuk kandang unsur haranya tidak sama, juga makanan
yang di konsumsi oleh ternak itu juga tidak sama. Kalau ternak itu memakan
makanan yang bergizi, kotoran yang dihasilkan itu juga luar biasa bagus. Nah
kalau misalnya ternak Cuma diberi bongkahan ketela saja, tentunya ternak akan
kurus, sehingga kotoran yang keluar juga tidak bagus. Pupuk kandang juga juga
membawa bibit penyakit. Banyak sekali penyakit yang ditularkan dari sapi yang
dilepas. Sapi itu mengkonsumsi rumput liar (biji-bijian bakal tumbuhnya
rumput). Ini tidak tercerna oleh usus, akhirnya keluar lagi dan ketika
digunakan sebagai pupuk akhirnya tumbuh gulma dan padi secara bersamaan. Tetapi
secara kualitas apapun yang terjadi, suka atau tidak suka, pupuk kandang adalah
pupuk yang terbaik, terlepas dari segala kelemahannya.
ILMUWAN PT. NASA; Keprihatinan ini mengelitik hati ilmuwan NASA Ir.
Sumarno. Keprihatinan kekurangan unsur hara mikro jelas butuh disuplai pupuk
kandang dalam jumlah yang banyak, tetapi tidak mungkin. Akhirnya Ir. Sumarno
(dalam penelitian selama 15 tahun) menemukan formula pupuk organik cair
multiguna NASA. Kandungan 1 botol (0,5 liter) POC NASA setara dengan 0,5 ton
pupuk kandang mikro (dalam hal lauk pauk) bagi tanaman. Nasinya bagaimana ?
Nasinya tetap ada, tetapi tidak banyak. Sehingga POC NASA ini tetap memerlukan
pupuk pabrik (Urea, Tsp, Kcl) tetapi dosisnya boleh dikurangi sampai 25 -50 %
sesuai anjuran pabrik (bukan sesuai kebiasaaan petani). Kalau pakai standar
kebiasaan petani bisa repot. Kalau petani yang ekonominya agak bawah dosisnya
sedikit masih dikurangi lagi. Misal anjuran pabrik 100 kg, maka petani boleh
memakai 75 kg. Jadi POC NASA tetap memerlukan kerjasama dengan pupuk pabrik,
sehingga tanaman disuplai nasinya dari pupuk pabrik sedangkan lauknya dari POC
NASA.
ASAM HUMAT FULFAT POC NASA ; dilengkapi dengan yang namanya Asam Organik
Humat Fulfat yang berfungsi menguraikan sisa-sisa pupuk kimia di lahan yang
menyebabkan tanah menjadi keras (bantat) terutama Tsp (F2o5), sehingga bisa
terurai. Lahan
semakin lama makin gembur dan ini bisa dikonsmsi oleh tanaman lagi. Mungkin
saat ini petani memupuk dengan Tsp belum berfungsi (sedikit dicerna oleh
tanaman) tetapi setelah diberi POC NASA diam-diam petani mempunyai tabungan di
lahan yaitu berupa Tsp yang bisa terserap lagi oleh tanaman. Ini juga
meningkatkan senyawa POLIFENOL di dalam tumbuhan. Kalau pada manusia adalah sel
darah putih. Jadi misalnya manusia terserang penyakit (misal influaensa) tubuh
ini sudah punya pertahanan (tentara yang melawan penyakit) namanya sel darah
putih. Tanaman ini juga punya sel darah putih, namanya senyawa Polifenol. Dengan
diberi POC NASA maka senyawa polifenol ditingkatkan, artinya daya tahan tubuh
tanaman terhadap penyakit menjadi meningkat.. Kemudian pupuk ini juga
dilengkapi dengan Asam amino, protein, mineral, multi vitamin dan sebagainya
sehingga bersifat multiguna. Selain untuk tanaman ini juga berfungsi untuk
ternak (sapi, kambing, unggas, ikan).
BUKTI PEMAKAIAN POC NASA; Petani yang pernah mencoba POC NASA diberbagai
daerah di Indonesia hasil panennya meningkat (karena fungsinya ditambah), tidak
mudah terserang penyakit (karena daya tahan tubuh tanaman ditingkatkan) dan itu
sudah banyak bukti (bisa lihat di CD Pertanian) Bahkan di daerah tertantu sudah
banyak yang mem-buktikan menanam pada lahan yang sulit air. Air pada musim
kemarau sulit diperoleh, tetapi ada petani yang memakai POC NASA dan Hormonik
disemprotkan ke padi, ternyata mampu bertahan hidup bahkan sampai berbuah
(meskipun tidak maksimal). Ini menunjukkan kehebatan dari POC NASA dan
Hormonik. Masih banyak bukti lainnya, misalnya jagung, semangka, melon
tembakau, bawang merah, dan sebagainya. Bahkan POC NASA bisa digunakan pada tanaman di
lahan pasir (hasil riset di Pandan Simo). Kita dokumentasikan di CD sebetunya
dari orang-orang yang sudah membuktikan kehebatan produk NASA (jadi bukan
sebuah rekayasa). Dan POC NASA sebetulnya sudah dilengkapi dengan zat
perangsang tumbuh. Ada sitokinin, auksin, dan giberelin. Tanaman itu selain
butuh air nutrisi, unsur hara, oksigen, matahari juga memerlukan zat perangsang
tumbuh. Tetapi
jika petani ingin memaksimalkan, POC NASA mempunyai hormon 100 % organik. Murni
Organik. Kalau petani mencari hormon murni yang organik, harganya tentu mahal. Tetapi POC NASA ini
bukan sintetis, melainkan betul-betul organik.
APLIKASI POC NASA; Aplikasinya atau pemakaiannya mulai disiram pada
tanaman, disemprot, bahkan bisa untuk perendam benih padi. Padi yang mau kita
tanam bakal buah kita rendam dulu. Itu kalau manusia ibarat embrio (janin bayi
yang ada diperut ibu). Janin itu membutuhkan gizi waktu di perut. Benih padi
yang mau ditanam direndam dengan air POC NASA. Artinya embrio sudah diberi
gizi. Insya Allah nanti waktu dikecambahkan (ditebar) pertumbuhannya bisa
seragam dan lebih cepat pertumbuhannya. Silakan buktikan !! Jadi sejak dini
sudah mulai diterapkan, sejak lahan uritan, disemprotkan ke benih sampai
pengolahan lahan yang mau ditanam. Kemudian disemprot 3 kali pada umur 15, 25,
40 hari. Itu saja caranya. Hasilnya akan berbeda.
APLIKASI HORMONIK; Kalau hormonik lebih tepat disemprotkan. Satu tangki
dosisnya ratarata 4 tutup botol POC NASA + 1 tutup botol hormonik.Khusus yang
ditambah hormonik bisa disemprotkan.
APLIKASI SUPERNASA; Kemudian kita juga punya SUPERNASA. Ini khusus untuk
pengolahan lahan, ini juga setara dengan 1 ton pupuk kandang /kg, hanya
kandungan makronya (nasinya) lebih tinggi. Sehingga kalau pengolahan lahan
memakai SUPER NASA, pupuk pabriknya boleh dikurangi sampai 50 %. Nasinya lebih
tinggi jika dibandingkan POC NASA, lauk pauknya setara dengan 1 ton pupuk
kandang. Kita juga punya Tambak Organik Nusantara. Ini khusus untuk tambak
(ikan) yang fugsinya: 1. Menciptakan pakan alami (plankton, zooplankton,
phytoplankton) dari ikan dan udang. Ini bisa ditumbuhkan secara alami dengan
baik dengan menggunakan TON. 2. Menyembuhkan lahan yang sudah kolusif oleh
limbah terutama daerah pantai (tambak) yang aliran airnya dari sungai. Sungai
sekarang ini banyak dialiri banyak limbah idustri, pestisida, dan sebagainya
yang akhirnya bermuara sampai pantai dan airnya disedot untuk tambak sehingga
ikan dan udang banyak yang mati. Contoh di daerah pekalongan. Disana banyak
sekali pabrik batik yang kebanyakan limbahnya dibuang kesungai. Akhirnya
mengalir ke pantai dan air lautnya dipakai ke tambak. Tambak disana rusak
total. Kalau tebar bandeng 2 hari saja banyak yang mati, apalagi udang yang
lebih mudah sakit dibandingkan bandeng. Tetapi setelah kita coba dengan
menggunakan TON, ternyata udang yang ditebar mampu bertahan sampai 50 % di
lahan yang sangat kolusif. Ini membuktikan kerja dari TON. Dan ini sudah banyak
bukti petambak yang menggunakan TON terutama daerah Sulawesi dan Gresik. Kemudian
kita punya produk namanya Viterna (Vitamin untuk Ternak). Ini sudah banyak
bukti terutama sapid an ayam potong. Panen sebelum waktunya. Jadi kalau
biasanya 40 hari panen dengan mengunakan Viterna ternyata cukup 35 -37 hari. Sisa waktunya berapa
kwintal dan berapa ton pakan yang dihemat. Bobot ayam lebih berat. Kualitas
ayam potong yang memakai NASA ternyata mendekati ayam kampung. Pernah dicoba
dibawa ke laboratorium UGM ternyata kandungan kolesterolnya turun gajihnya
turun tetapi proteinnya naik sampai 2 %. Sudah pernah dibuktikan dengan cara
memotong ayam potong yang menggunakan Viterna dan ayam potong yang tidak
menggunakan Viterna. Ternyata ayam potong yang menggunakan Viterna mendekati
ayam kampung. Selain itu kita mempunyai yang namanya perekat Aero 810. Fungsinya
supaya penggunaan seaktu menyemprot upuk lebih efektif karena bisa merekat,
menempel merata di daun terutama di musim hujan. Kalau mau mencoba anda cari 2
gelas air dan cari daun yang tidak mudah basah. contohnya daun papaya atau
daunt alas. Kemudian masukkan jari anda di Aero 810 kemudian dikucek di gelas
yang isi air. kemudian ambil daun yang tidak mudah basah. Masukkan ke gelas
yang tanpa Aero. Ketika diangkat tetap kering. Tapi begitu anda masukkan ke
dalam gelas yang berisi Aero akan basah kuyub. Kita juga mempunyai pestisida
yang bersifat organik. contoh vitura dan virexi adalah spesialis untuk ulat
grayak. Ini adalah penyakit yang diberikan ke ulat. Sebetulnya dulu di alam
sudah ada tetapi karena disemprot pakai pestisida beracun ikut mati. Ilmuwan NASA
membudidayakan ini dan ketika disemprotkan maka ulat itu akan terjangkiti
penyakit yang susah disembuhkan. Ibarat manusia terkena aids. Terutama virexi
untuk petani bawang merah yang paling banyak membutuhkan. Kemudian kita punya
Gliocadium. Bagi petani bawang merah, petani cabai, petani tomat yang paling
ditakuti adalah penyakit layu. Penyebab layu ini adalah jamur fusarium SP atau
jamur psidomunas SP. Sebenarnya secara alami sudah punya musuh namanya
gliocadium. Ini juga jamur, tetapi karena petani menggunakan pestisida kimia
beracun, jamur ini mati. Yang tumbuh justru jamur yang merugikan. Maka kalau
petani menanam bawang merah, cabai maupun tomat, saat pengolahan lahan sebelum
tanam gliocadium wajib dipakai. Kalau petani pakai gliocadium minimal tanaman
petani bebas dari penyakit layu. Kenapa saat pengolahan lahan, karena saat
pengolahan lahan jamur ini akan tumbuh dan akan mengeluarkan gliofirin. Gliofirin
ini yang akan membasmi jamur fusarium atau jamur psidomonas. Dia juga
mengeluarkan yang namanya feridin. Feridin ini yang akan membunuh bakteri yang
tidak menguntungkan. Jadi ada anti biotiknya. Sepertinya sudah hokum alam
justru makhluk hidup yang merugikan yang tahan terhadap pestisida beracun. Yang
menguntungkan justru tidak tahan bahkan mati duluan. Jangan dikira kalau ada
cabai layu kemudian disemprot bukannya makin sembuh, makin membudayakan layu
lagi. Karena musuh alaminya mati disempprot. Kemudian kita punya yang namanya
Beuveria Basiana. ini spesialis untuk werwng. Ini juga jamur. Disemprotkan
disore hari. Ketika werwng itu hinggap atau makan daun padi terkontaminasi
dengan Beuveria Basiana hama itu akan diam tidak beraktifitas, tidak mau makan
3 hari mati dan matinya kering karena diserap cairannya oleh jamur ini. Dan ini
tidak berbahaya bagi manusia. Kita juga mempunyai yang namanya Pestona. Ini lebih bersifat
sebagai pengendali hama. Disini sudah terbukti di tanaman tembakau. Ini semua
organik sehingga tidak merusak lingkungan, tidak merusak petani, tidak merusak
yang mengkonsumsi hasil pertanian. Kalau memakai pestisida organik semua aman.
Ada vcd yang kebetulan membuat orang Yogya dpat penghargaan dari FaO (badan
Pangan Dunia) judulnya baying-bayang racun dan daerah yang diambil di Brebes.
karena Brebes betul-betul sarat dengan pestisida kimia beracun. Kita di bidang
pertanian juga menyediakan benih. Ada benih semangka non biji dan semangka
biji, cabai (setara lado), cabai keriting ck 10 (pakai mulsa), ck 11 (pakai
mulsa), cabe besar (daerah dingin), cabai sedang, kobis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar